5 langkah praktis membangun usaha (bahasa Indonesia)

Napoleon Hill pernah menulis sebuah buku laris yang berjudul “Think and grow rich”. Buku yang saya baca saat saya kuliah S1 di tahun 90-an ini memberikan saya inspirasi yang luar biasa untuk mulai membangun usaha. Sejak lulus kuliah -atas izin Allaah- saya berhasil memulai beberapa usaha menggunakan formula yang tertera di buku ini. Dalam artikel kali ini saya akan coba menyampaikan intisari atau rangkuman dari buku “Think and grow rich” secara singkat dan padat sehingga seolah-olah anda sudah pernah membacanya sehingga bisa mengambil manfaatnya.


Pemikiran utama dari buku ini sangat bagus dan sangat aplikatif, inilah yang akan saya sampaikan di dalam artikel ini. Adapun bila secara rinci buku ini ditelaah ada beberapa pemikiran di dalamnya yang bertentangan dengan keimanan kita sebagai seorang muslim. Oleh karenanya ada kewajiban saya untuk menyaring bagian-bagian tertentu dari buku ini untuk tidak disampaikan.

Ok kita langsung mulai saja.

Bayangkan skenario ini. Anda ingin memulai sebuah usaha tetapi tidak punya modal, tidak punya keahlian cukup dan tidak tahu harus mulai dari mana. Bila ini terjadi pada anda maka artikel ini adalah untuk anda. Inilah langkah-langkah yang perlu anda ambil.

IDEA

Yang paling pertama adalah ide. Segala sesuatu yang dibuat oleh manusia berawal dari sebuah ide. Anda harus memiliki ide yang brilian yang sangat potensial untuk dijadikan sebuah bisnis.

Lalu bagaimana kalau anda tidak memiliki ide bisnis apapun juga? Atau anda memiliki ide bisnis tetapi tidak tahu apakah ide bisnis anda bagus atau jelek?

Ada cara sistematik untuk menciptakan ide bisnis dan menguji ide tersebut sehingga ide yang dihasilkan adalah ide bisnis yang brilian. Ini adalah proyek saya selanjutnya -in syaa allaah- berupa free e-book untuk pembaca setia blog ini. Kenapa e-Book? Ini dikarenakan isinya yang panjang sehingga saya anggap kurang cocok untuk dijadikan format blog.

TEAM

Setelah anda memiliki ide bisnis yang brilian, langkah berikutnya adalah membangun tim yang solid. Hal ini tergantung kepada ide bisnis yang anda ingin bangun. Petakan dari ide bisnis anda tadi keahlian apa saja yang dibutuhkan untuk membangun bisnis anda tersebut, bila keahlian itu tidak anda miliki maka carilah orang lain yang memiliki keahlian tersebut dan ajaklah dia untuk bergabung dengan tim anda.

Perlu anda camkan pernyataan ini “Tidak ada orang yang sukses sendirian, semua kesuksesan dibangun di atas kerjasama dengan orang lain”.

Media sangat suka mengangkat seorang figur sebagai bahan pemberitaan mereka. Mereka kadang terlalu terfokus pada seseorang sehingga muncul pemikiran bahwa semua kesuksesan adalah milik seseorang tadi. Yang sering dilupakan kebanyakan orang adalah kenyataan bahwa figur atau tokoh-tokoh ini tidak pernah bekerja sendirian, mereka bekerja dalam sebuah tim.

“Apple computer” tidak diciptakan oleh Steve Jobs sendirian, tetapi bersama Steve Wozniak dan Ronald Wayne. Demikian juga “Microsoft” tidak dibangun Bill Gates sendirian tetapi bersama Paul Allen. Begitu banyak perusahaan besar yang dibangun oleh sebuah tim yang solid, bukan perseorangan, meskipun kadang yang muncul ke permukaan hanya salah satu tokohnya saja.

Richard Branson, orang terkaya ke-6 di UK, pernah mengatakan “Many people think that an entrepreneur is someone who operates alone, overcoming challenges and bringing his idea to market through sheer force of personality. This is completely inaccurate. Few entrepreneurs — scratch that: almost no one — ever achieved anything worthwhile without help. To be successful in business, you need to connect and collaborate and delegate.”

Di sinilah saatnya anda menunjukkan kemampuan “leadership” anda. Anda dituntut untuk membangun tim yang solid dari awal dan memimpin mereka menuju kesuksesan. Hal ini tidak mudah tetapi sesuatu yang harus dilalui dan dikuasai oleh setiap entrepreneur bila ingin mencapai kesuksesan besar.

Mungkin dalam diri kita ini muncul ego dan rasa rakus akan keuntungan usaha di depan. Kita tidak ingin berbagi keuntungan dan kesuksesan karena merasa ide bisnis ini adalah milik anda sendiri dari awal. Hilangkanlah perasaan seperti ini! Ingat “idea is cheap and hard to measure”, ya ide brilian anda itu tidak ada harganya sama sekali bila tidak dieksekusi. Tim anda yang merealisasikannya lah yang membuat ide itu menjadi berharga. Jangan kuatir kehilangan sebagian profit atau kepemilikan usaha anda. Camkanlah bahwa cara untuk menjadi cepat sukses adalah dengan mengajak orang lain cepat sukses bersama anda! Ingin menjadi cepat kaya? Ajaklah orang lain untuk menjadi cepat kaya bersama anda!

PLAN

Di tahap ini anda sudah punya ide bisnis yang besar dan bagus. Anda juga sudah mampu membentuk dan memimpin tim ahli yang solid. Langkah selanjutnya adalah membuat business plan.

Ada banyak contoh business plan yang bisa anda dapatkan dari internet. Tetapi inti dari business plan yang sebenarnya ingin diketahui oleh investor hanya ada 3 yaitu:

Business model

Yaitu bagaimana bisnis anda sebenarnya menghasilkan uang.

Proof of concept

Yaitu apakah ada contoh bisnis seperti ini yang sudah berjalan atau apakah anda sudah bisa membuat semacam prototype dari produk akhir yang bisa ditunjukkan kepada investor.

Financial plan

Berisi estimasi alur kas, ROI (return of investment) dan RR (return rate). Intinya dalam financial plan anda harus menjawab dua pertanyaan mendasar: “how much?” dan “how long?”. How much, berapa modal yang anda butuhkan untuk ide bisnis ini bisa berjalan. Dan how long, sampai berapa lama ide bisnis ini bisa menghasilkan uang dan bisa mengembalikan modal investor.

INVESTOR

Apakah untuk membangun usaha anda perlu modal? Tentu saja! Tetapi perlu kita ketahui bahwa modal bukanlah hal terpenting dan terbesar yang menghalangi seorang pengusaha membangun usahanya. Modal bukan masalah terpenting dari bisnis bahkan anda bisa membangun bisnis apapun dengan modal nol di awal. Silahkan tanyakan hal ini kepada setiap pengusaha yang anda kenal, -in syaa Allaah- mereka semua akan menyatakan hal yang sama. Lalu dari mana kita mendapatkan modal? Jawabannya sebagaimana tertera pada subheading tulisan ini yaitu dengan mencari investor. Lalu dari mana saya mendapatkan investor? Jawabannya “kepercayaan”. Inilah kata kuncinya.

Kepercayaan adalah segalanya dalam berbisnis. Ketika anda sudah dikenal sebagai seorang pembohong, penipu, tidak amanah masalah uang atau barang, jangan harap anda akan mendapatkan kepercayaan orang untuk berinvestasi di bisnis anda. Bahkan saat bisnis anda berjalan dengan modal sendiri pun, anda akan sulit mencari rekanan, supplier bahkan buyer bila kepercayaan orang sudah tidak melekat lagi pada diri anda. Reputasi anda akan menentukan keberhasilan anda dalam mencari investor dan bisnis anda secara umum ke depannya. Oleh karenanya kembali ke masalah modal “modal bukanlah hal terpenting dalam bisnis, tetapi yang terpenting adalah kepercayaan”.

SUSTAIN

Setelah anda menempuh berbagai tahapan di atas dengan penuh perjuangan dan akhirnya anda berhasil membangun perusahaan anda sendiri. Lalu sambil duduk di kursi direktur empuk yang baru saja anda beli dengan dana investasi, anda berpikir bahwa anda baru saja melalui perjuangan yang super berat untuk membangun sebuah perusahaan. Camkan, In syaa allaah beberapa bulan setelah itu anda akan disadarkan oleh sebuah kenyataan baru yang “pahit” :).

Apa itu? Kenyataan bahwa “memulai usaha itu mudah, mempertahankannya jauh jauh jauh lebih sulit”.

Tidak percaya? Silahkan tanyakan kepada semua pengusaha yang anda kenal! In syaa Allaah mereka akan menjawab dengan jawaban yang sama.

Di dalam buku “Think and grow rich”, langkah terakhir ini sebenarnya bukan sustain tetapi execute. Kenapa saya ubah jadi sustain? Karena sudah dua kali saya membangun perusahaan dengan formula 5 langkah dari buku ini dan dua kali juga saya bangkrut. Ternyata buku ini adalah tentang memulai usaha, bukan tentang bertahan dan mengembangkan usaha :). Jadi khusus bagian ini (sustain) adalah tulisan saya pribadi.

Apa yang saya pelajari dari dua kali kebangkrutan saya adalah bahwa setiap usaha apapun itu harus merencanakan 3 hal dari awal sekali:

Endless marketing strategy

Perusahaan anda harus terlibat dalam proses pemasaran untuk menjual produk atau jasanya. Dan suka atau tidak suka, proses marketing adalah proses yang berjalan terus menerus selama perusahaan itu ada. Dari awal anda harus memasukkan strategi pemasaran ke dalam business plan anda dan juga menganggarkannya di dalam investasi. Anda juga harus menyadari bahwa marketing atau pemasaran di zaman internet sekarang sudah jauh berbeda dengan pemasaran 10-20 tahun yang lalu. Masalah fenomena baru pemasaran ini in syaa Allaah akan saya buatkan artikelnya nanti.

Auto pilot strategy

Anda harus memikirkan dari awal sekali bagaimana membuat bisnis anda bisa berjalan secara mandiri tanpa anda harus setir setiap saat. Di sinilah pentingnya ilmu manajemen dan kepemimpinan. Bagaimana membangun company value, culture dan secara sukses mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain. Ini membutuhkan ilmu, bakat dan pengalaman tersendiri yang mungkin tidak pernah terpikirkan saat anda dahulu belum membuka usaha.

Prepare for changes

Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi dan akan terus terjadi. Banyak sekali perusahaan mati atau bangkrut karena kurang tanggap melihat perubahan atau trend baru yang melanda dunia. Perusahaan-perusahaan ini biasanya menikmati hasil yang besar dalam jangka waktu terlalu lama. Terbius dengan zona aman-nya sendiri, mereka gagal melihat atau menolak untuk melihat sinyal-sinyal perubahan drastis yang akan terjadi menimpa industri mereka. Sebagai seorang pemimpin anda harus menjadi orang yang paling siap berubah dan beradaptasi. Anda juga harus menciptakan visi dan kultur perusahaan yang tanggap terhadap segala perubahan dan membuat rencana-rencana matang untuk mengantisipasi perubahan tersebut. Bila ini gagal anda lakukan, saat terjadi perubahan teknologi atau perubahan perilaku konsumen yang bersinggungan langsung dengan industri anda maka kemungkinan besar perusahaan anda akan menerima akibatnya dan gulung tikar.

Demikian secara sekilas 5 tahapan membangun usaha yang disarikan dari buku “Think and grow rich” karya Napoleon Hill. Semoga tulisan saya yang sederhana ini bermanfaat dan memberikan anda motivasi untuk mulai membangun bisnis anda sendiri.

#langkahpraktis #membangunusaha #memulaiusaha