5 Rukun Bisnis (bahasa Indonesia)

Setiap bisnis, tidak peduli apakah ia sekecil warung di pinggir jalan atau sampai sebesar korporasi multi nasional bernilai triliunan rupiah, pasti memiliki 5 rukun bisnis atau 5 bagian penting yang bila salah satu dari rukun ini hilang maka dia bukanlah sebuah bisnis. Kenapa mengetahui dan memahami ke-5 rukun ini penting? Karena ini adalah dasar segala bisnis dan bila anda tidak memahaminya maka anda tidak memahami bagaimana bisnis itu bekerja secara umum. Tentunya bila anda seorang entrepreneur atau calon entrepreneur memahami dasar-dasar ini adalah esensial sekali untuk masa depan anda dan bisnis anda.


Baik langsung kita mulai saja.

Sebagaimana judul di atas, ada 5 rukun bisnis. Mereka adalah

5 rukun bisnis

  1. Value Creation

  2. Marketing

  3. Sales

  4. Value Delivery

  5. Finance

5RukunBisnisDiagram_usaha-kreatif.com_001

Kedengaran sederhana dan familiar? Mungkin ya, tapi coba simak baik-baik penjelasan singkat dari masing-masing item di atas

1. Value Creation

Yang pertama dan yang paling utama adalah value creation. Value creation adalah proses menciptakan value atau nilai jual sebuah produk. Perusahaan-perusahaan besar dan sukses adalah mereka yang paling pandai menciptakan value sehingga produk-produk mereka laris manis di pasaran. Lalu pertanyaannya, bagaimana kita bisa menciptakan value tersebut? Dari mana kita bisa memulainya? Apa langkah awalnya?

Jawabannya sangat jelas tapi mungkin sebagian orang sering melupakannya. Jawabannya adalah: “Temukan masalah!”. Ya, temukan masalah yang biasa dihadapi orang-orang. Masalah apa? Masalah manusia pada umumnya berkisar pada kebutuhan dan kemauan. Carilah apa yang dibutuhkan orang dan atau yang diinginkan orang? Semakin tinggi nilai kebutuhan atau keinginan orang pada sesuatu maka produk yang mampu memenuhinya dapat dipastikan -in syaa Allaah- akan laku keras di pasaran. Saya menulis sebuah artikel yang membahas lebih mendalam tentang bagaimana mengubah masalah hidup kita menjadi profit.

Dengan demikian secara singkat dapat kita katakan:

“Value creation adalah proses mencari kebutuhan dan kemauan orang banyak dan berusaha memenuhinya dengan cara yang menguntungkan”

Cukup masuk akal bukan?

Proses value creation ini menyangkut banyak sekali aspek yang mana akan membutuhkan satu bab bahkan satu buku tebal untuk membahas rincian-rincian nya. Cukuplah sampai di sini pembahasan kita dan kita akan beranjak ke rukun bisnis ke-2.

2. Marketing

Apa yang dimaksud dengan marketing? Marketing atau pemasaran dapat disimpulkan sebagai proses “mencari perhatian”. Yang dengan perhatian yang diciptakan oleh marketing ini akan meningkatkan demand terhadap produk yang sedang kita tawarkan.

Katakanlah kita membuat suatu produk yang super canggih, mantap dan hebat yang tidak ada perusahaan lain mampu membuatnya. Saat tidak ada seorang pun tahu bahwa produk ini ada maka semua kehebatan produk kita tidak ada manfaatnya sama sekali. Produk itu tidak akan berubah menjadi keuntungan dengan sendirinya.

3. Sales

Banyak orang yang beranggapan bahwa sales dan marketing adalah hal yang sama. Ini merupakan anggapan yang keliru. Keduanya memang berhubungan, bahkan berhubungan erat, tetapi perlu kita ketahui dan sadari bahwa satu dengan yang lainnya sangat berbeda. Sehebat apa pun program marketing yang anda jalan kan sehingga seluruh dunia tahu dengan jelas apa produk yang anda jual tetapi bila tidak satu pun orang yang mengeluarkan uang dari dompet nya dan membeli produk anda maka anda tidak memiliki bisnis.

Sederhananya sales, atau yang sering disebut “penjualan” dalam bahasa Indonesia, adalah proses mengkonversi prospek konsumen menjadi paying customer. Atau lebih singkatnya lagi “mengubah produk menjadi uang masuk”.

4. Value Delivery

Value delivery adalah proses memberikan produk atau benefits yang sudah dijanjikan sebelumnya kepada konsumen. Apa yang kita sebut pada sebuah usaha yang tidak memberikan produk atau jasanya sebagaimana janji sebelumnya kepada konsumen? Contoh misalnya ada toko online yang tidak mengirimkan barang kepada konsumen nya padahal konsumen-nya itu sudah membayar. Kita sebut mereka sebagai penipu bukan? Ya mereka penipu bukan sebuah bisnis. Tentunya kita tidak ingin jadi penipu, kita membaca blog ini karena ingin belajar menjalankan bisnis dengan lebih baik, bukan belajar menjadi penipu.

5. Finance

Yang terakhir dari rukun bisnis adalah finance. Singkatnya, finance adalah proses mendatangkan uang yang cukup ke dalam bisnis sehingga ia dapat beroperasi dengan baik dan sehat. Yaitu uang yang masuk lebih besar dari jumlah uang yang keluar.

Itulah penjelasan secara singkat tentang 5 rukun bisnis. 5 hal yang pasti dan harus ada dalam setiap bisnis.

Percaya atau tidak bila anda mengambil kuliah S2 tentang bisnis maka pada dasarnya anda akan belajar seputar 5 hal di atas saja. Tidak lebih. Tetapi tentu dengan bagian per bagian akan dirinci lagi secara lebih mendalam. Dan yang membedakan jenjang S2 dan S1 adalah bahwa di jenjang S2 anda akan banyak diminta untuk memecahkan banyak sekali kasus bisnis di dunia nyata.

Di blog ini -in syaa allaah- saya akan sharing banyak sekali materi-materi rincian dari 5 rukun bisnis di atas. Sehingga serasa anda sedang mengambil kuliah S2 di bidang bisnis, tetapi gratis! 🙂 . Jadi jangan kemana-mana! Cek terus website ini dari waktu ke waktu untuk update artikel terbaru atau ikut berlangganan newsletter nya bila perlu.

Semoga bermanfaat.

#5rukunbisnis #dasarbisnis