Bagaimana mengatasi rasa takut memulai bisnis? (bahasa Indonesia)

“Saya ingin mulai berbisnis ini tapi saya takut gagal..” Apakah pernyataan ini atau yang semacamnya sering terngiang di dalam kepala anda? Percaya atau tidak, kebanyakan orang tidak memulai berbisnis bukan karena faktor-faktor eksternal tetapi lebih kepada faktor internal yaitu rasa takut akan kegagalan. Di sisi lain yang ekstrim ada juga orang-orang yang terlampau nekat dan tanpa perhitungan menceburkan diri dalam sebuah usaha lalu bangkrut dan kehilangan segalanya. Lalu bagaimana cara menyeimbangkannya? Yaitu satu sisi menanggulangi rasa takut dan sisi lain tidak nekat berlebihan. Artikel ini mencoba menjawab itu semua.


Artikel ini akan saya buat sesingkat dan sepadat mungkin karena saya tahu anda sibuk dan saya juga ‘sok’ sibuk dengan tumpukan urusan-urusan lain. Ha ha ha.

Rasa takut adalah anugerah

Yang pertama dan paling utama yang harus kita camkan dalam diri kita adalah “rasa takut adalah anugerah” Ya betul. Allaah memberikan rasa takut sebagai anugerah kepada manusia. Kok bisa? Karena kalau manusia tidak punya rasa takut akan banyak kerusakan dan pengingkaran di muka bumi. Bayangkan seseorang yang berjalan di hutan lalu berpapasan dengan singa buas dan lapar, rasa takutnyalah yang mendorong dia untuk menghindar dan menjauh dari singa tersebut. Jika tidak ada rasa takut sama sekali dalam dirinya dan sehingga dia berjalan dengan santainya menuju singa yang lapar tentunya dia akan menjadi santapan singa tadi. Jadi pada dasarnya rasa takut yang Allaah anugerahkan kepada manusia adalah untuk menolong menjaga keberlangsungan hidupnya di dunia. Rasa takut juga bermanfaat untuk keberlangsungan hidup manusia di akhirat nanti. Karena rasa takut yang utama dan harus ada pada setiap diri kita adalah rasa takut kepada Allaah dan semua ancaman-Nya baik murka maupun azab. Bisa dibayangkan bila manusia tidak ada rasa takut kepada azab neraka, pastilah segala rambu-rambu syariat dilanggar demi kepuasan nafsunya sendiri.

Masalahnya bukanlah pada rasa takut. Tetapi masalahnya adalah bila rasa takut yang muncul: berlebihan, tidak beralasan dan menghasilkan reaksi yang negatif. 3 hal dari rasa takut ini-lah yang seharusnya kita hindari. Bila dikelola dengan benar rasa takut akan sangat bermnafaat untuk kita.

Jangan hilangkan rasa takut

Betul “Jangan hilangkan rasa takut, tetapi petakan dan cari solusinya!”

Bila anda merasa takut dalam memulai usaha, tidak masalah, wajar saja, dan ini bukan sesuatu yang buruk. Tidak perlu kita membebani diri kita dengan menghapus perasaan takut ini lalu dengan menggunakan ‘kacamata kuda’ menceburkan diri dalam sebuah aktifitas bisnis. Sudah terlalu sering saya melihat model-model seperti ini. Yaitu orang yang begitu menggebunya semangat berwirausaha hanya lantaran terlalu banyak ikut berbagai seminar atau membaca artikel para motivator wirausaha sehingga yang di pikirannya adalah “kalau berani pasti sukses”. Mohon maaf, menjalankan bisnis tidak semudah menekan saklar di dalam jiwa kita “berani” atau “takut”. Bila anda melakukan gaya-gaya nekat seperti ini, saya yakin 100% -in syaa Allaah- anda akan bangkrut.

Yang seharusnya kita lakukan adalah memetakan rasa takut kita. Bagaimana itu? Saya menulis artikel sebelumnya tentang 5 rukun bisnis. Ada baiknya anda membaca artikel ini agar semua yang saya tulis selanjutnya lebih “make sense” bagi anda.

Contoh “saya takut produk saya tidak laku di pasaran”. Perasaan takut ini bila kita petakan ke 5 rukun bisnis tadi, Ini berarti ada masalah di tahap value creation. Rasa takut itu muncul karena kita kurang mengerjakan “PR” dari sisi value creation. Alam bawah sadar kita menyadari kekurangan ini dan berusaha berontak dengan menimbulkan rasa takut ini. Apakah kita sudah benar-benar mempelajari pasarnya? Apakah kita sudah melakukan beta testing dan product design iteration? Apa USP (unique selling proposition) dari produk kita? Berapa core human drives yang bisa dipenuhi produk kita dan sebagainya. Ini semua berhubungan dengan value creation yang seharusnya diketahui dan dijalankan oleh setiap pebisnis.

Contoh lain “saya takut kalau ini gagal saya dan keluarga saya akan hidup di jalanan”. Perasaan takut ini muncul karena business plan anda tidak mencakup rencana finansial yang matang. Ada banyak hal yang bisa anda lakukan. Anda bisa mengubah rencana bisnis anda kepada ide bisnis lain yang menuntut modal minim atau tanpa modal sama sekali. Atau kalau anda tetap ingin maju setidaknya anda harus berada pada level keamanan finansial yang cukup agar bisa memiliki exit strategy yang baik. Bisa dengan mencari investor dan sebagainya. Saya mengenal seseorang yang begitu terobsesinya dengan sebuah project, yaitu sebuah sistem informasi rumah sakit, yang memakan waktu bertahun-tahun hingga kehabisan seluruh hartanya dan bahkan pada akhirnya dia harus bercerai dengan istrinya. Semangat itu bagus, tetapi obsesi berlebihan sehingga kita tidak mau menggunakan akal sehat dan tidak mau mendengarkan nasihat orang lain akan berdampak buruk pada akhirnya. Obsesi berlebihan akan menyebabkan kita buta terhadap lingkungan di sekitar kita, padahal rahmat Allaah itu luas dan peluang-peluang usaha banyak bertebaran di mana-mana.

petakan_rasaTakut

Intinya adalah coba dengarkan rasa takut anda dan coba gali lebih dalam apakah ada di dalam business plan anda yang perlu ditangani lebih lanjut secara serius. Petakan masalah itu ke konsep 5 rukun bisnis, dengan demikian anda bisa mendapatkan gambaran jelas apa kekurangan anda sesungguhnya dan mulai belajar untuk memperbaikinya dari awal sebelum usaha itu mulai dieksekusi.

Anda pasti gagal

Bila anda sudah mengantisipasi semua rasa takut anda dengan langkah-langkah nyata dan rencana-rencana yang matang. Bersiap-siaplah akan datangnya kegagalan! Loh kok begitu? Apa saya salah tulis atau anda yang salah baca? Tidak, ini adalah kenyataan pahit yang orang harus alami suka tidak suka, mau tidak mau.

Kok berani-beraninya saya mengatakan “anda pasti gagal” memang saya dukun? Bukan! Saya berkata “anda pasti gagal” maksudnya “bukan anda pasti akan gagal” tetapi “anda pasti pernah mengalami kegagalan”, saya coba bertanya kembali kepada anda. Apakah dulu waktu kecil saat anda belajar berjalan anda pernah jatuh? Pasti pernah! Setiap bayi yang berjalan pasti pernah jatuh. Dan itu adalah salah satu bentuk kegagalan bukan? Tidak ada satu manusia pun di dunia yang terus menerus sukses dalam hidupnya tanpa mengalami kegagalan. Tidak ada!

Bagaimana menyikapi kegagalan?

Manusia diciptakan Allaah memang makhluk yang tidak luput dari salah dan lupa. Dua hal yang menyebabkan kegagalan demi kegagalan dalam hidup manusia. Ketika anda berusaha lalu gagal tidak berarti anda ini seorang pecundang. Kegagalan juga tidak berarti anda sedang dikutuk oleh Allah. Dari Al-Qur’an surat Al-Fajr kita banyak belajar bahwa Kadang Allaah melebihkan harta sebagian orang di atas yang lain kadang sebaliknya semua itu bukan lantaran Allaah memuliakan atau merendahkan mereka. Tetapi sebagai ujian kita di dunia apakah kita mau bersyukur atau bersabar. Saat nabi Yusuf menjadi budak dan di penjara apakah beliau lebih hina di dalam pandangan Allah ketimbang saat dia diangkat menjadi raja muda? Apakah nabi Ayyub lebih hina di mata Allaah saat beliau sakit berat ketimbang saat beliau sehat dan kaya raya? Sungguh tidak demikian.

Kegagalan adalah ujian dari Allah dan harus disikapi dengan kesabaran bukan dengan kemarahan, rasa takut atau putus asa. Bukankah Rasulullah shalallaahu alaihi wasallam pernah bersabda:

haditsMukminAjaib

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Sebagai bentuk kesabaran kita adalah kita hadapi kegagalan dengan penuh keyakinan bahwa segala ketetapan Allaah pasti ada hikmah yang baik di baliknya. Kita tidak putus asa, pelajari dengan seksama apa-apa yang menyebabkan kita gagal. Apakah ada langkah yang salah yang telah kita tempuh sebelumnya? Sehingga semakin banyak kita gagal semakin kita belajar untuk menghindari kegagalan yang sama di kemudian hari.

“Kegagalan hanyalah ujian dari Allaah, maka bersabarlah”.

Fakta pahit orang-orang sukses -di dunia-

Kalau bicara sukses (dari sudut pandang dunia), kita hidup di dalam masyarakat yang paling suka dengan hal-hal yang “berkilau cemerlang dengan sempurna”. Maksudnya kita sering heboh dan cepat tanggap dengan berita-berita: “Si fulan pengusaha paling muda yang sukses memimpin perusahaan A”, “Omzet sekian milyar dalam sekian bulan didapatkan dari usaha B”, “Dengan bermodal awal sekian si Fulan kini menjadi orang terkaya di kota C”, “Kini usahanya beromzet sekian milyar dengan cabang ratusan di seluruh Indonesia” dan yang semacamnya. Tapi pernahkah kita tertarik dengan kisah-kisah kegagalan mereka? Tidak. Padahal yang kita lihat di atas permukaan hanyalah kulit yang mungkin hanya 10-5% nya saja dari kisah orang-orang ini. Kegagalan demi kegagalan yang dialami orang-orang -yang dianggap- sukses ini tidak naik ke atas permukaan karena dianggap tidak menarik bagi sebagian besar masyarakat.

Tahukah anda bahwa semua pengusaha sukses mengalami kegagalan di awalnya? Bahkan fakta yang menarik adalah jumlah kegagalan mereka jauh lebih banyak dari keberhasilan mereka. Kalau di tanya “Siapakah orang yang paling banyak gagal dalam hidupnya?” jawabannya mudah, tunjuk saja orang yang anda anggap paling sukses. Biasanya dialah yang paling banyak mengalami kegagalan, kesulitan dan ujian dalam hidupnya. Jarang orang yang ‘ingin’ mengetahui fakta ini, seolah hidup harus sempurna, aman dan mulus. Sehingga ketika memulai usaha dan menemukan sekali kegagalan kebanyakan orang akan mundur dan putus asa.

Dalam agama Islam kita mengetahui konsep “Al-Jaza min jinsil amal” artinya balasan sesuai dengan usahanya. Bila berharap balasan besar maka usahanya ya harus besar atau berat. Kalau kita ditanya siapa orang yang paling sukses -dari kacamata seorang mukmin- tentu jawabannya adalah Rasulullah shalallaahu alaihi wasallam. Kalau kita ditanya lagi siapakah orang yang ujian hidupnya paling berat di dunia? Jawabnya ya orang yang sama yaitu Rasulullah shalallaahu alaihi wasallam.

Dalam sebuah hadits dari Mus’ab dari Sa’ad dari bapaknya berkata, aku berkata: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?” Kata beliau: “Para Nabi, kemudian yang semisal mereka dan yang semisal mereka… (HR. At-Tirmidzi no.2398, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani]

Ingatlah api yang kecil tidak bisa menciptakan besi yang murni. Laut yang tenang tidak bisa menciptakan pelaut yang tangguh.

Hal ini juga menjadi sunatullah ketika kita berbicara masalah kesuksesan dunia. Kebanyakan orang yang sukses di dunia ini ternyata telah melalui berbagai ujian, rintangan, caci maki dan kegagalan dalam hidupnya.

Sebutlah Michael Jordan yang pernah mengatakan “I’ve missed more than 9000 shots in my career. I’ve lost almost 300 games. 26 times, I’ve been trusted to take the game winning shot and missed. I’ve failed over and over and over again in my life. And that is why I succeed.”

Thomas Alfa Edison saking bodohnya di kelas gurunya pernah mengatakan kepadanya “too stupid to learn anything”. Apakah ini membuatnya putus asa? Tidak. Dia terus berjalan dan tercatat di dalam hidupnya dia membuat lebih dari 1.000 penemuan yang dipatenkan dan menciptakan berbagai alat yang mengubah dunia seperti perekam audio, lampu bohlam dan kamera video. Dia sendiri pernah mengatakan “Bila saya sudah mencoba 1.000 kali dan gagal, saya akan coba lagi yang ke 1.001 nya”.

Pendiri KFC Kolonel Sanders ketika menawarkan kerjasama resep ayam goreng-nya ditolak 1009 kali sampai akhirnya menemukan pengusaha restoran yang bersedia bekerjasama dengannya hingga menjadi KFC yang kita kenal sampai sekarang.

Dan masih banyak kisah-kisah lain yang bisa dijadikan pelajaran.

suksesDiPermukaan_usaha-kreatif

Banyak berdoa dan tawakal

Yang terakhir tetapi justru yang paling penting menurut saya adalah banyak berdoa dan belajar menumbuhkan sikap tawakal kepada Allaah. Karena bagaimanapun sempurnanya rencana dan usaha kita, semua hasil adalah Allaah semata yang menentukan. Luruskan niat kita ketika memulai usaha. Bukan sekedar menumpuk harta dan menjadikan kebanggaan dunia semata tetapi jadikanlah sebagai jalan untuk beribadah dan mendekatkan diri kita kepada-Nya. Bila niat kita di awal sudah lurus, in syaa Allaah kita akan senantiasa waspada untuk tidak melanggar rambu-rambu syariat Allah di dalam usaha-usaha kita ke depannya.

Dengan mengucapkan “bismillah” saya akan mulai usaha saya ini!

Kesimpulan akhir

Bila anda merasa takut memulai usaha. Jangan hapus rasa takut itu, tetapi petakan dan cari solusi terbaiknya sehingga anda menjadi lebih siap saat terjun dalam usaha tersebut.

Saat terjun ke dunia usaha pertama kalinya jangan mengharapkan sukses datang dalam sekejap mata. Bersiaplah mengalami kegagalan demi kegagalan karena sebagian besar orang memang gagal di awal usahanya. Bersabarlah, tidak perlu merasa putus asa. Pelajari betul kenapa anda gagal dan temukan akar masalahnya lalu cari solusinya dan coba lagi. Jangan sampai kita jatuh ke lubang yang sama. Terakhir jangan lupa banyak berdoa dan bertawakal kepada Allaah azza wa jala.

OK mungkin artikel ini tidak sesingkat yang saya rencanakan sebelumnya. Saya gagal, mungkin 🙂 tapi setidaknya tulisan ini bisa selesai, walhamdulillaah. Semoga bermanfaat.

#bisnis #gagal #sukses #takut