Bagaimana merubah masalah anda menjadi profit? (bahasa Indonesia)

Hidup anda penuh dengan masalah? Daripada melampiaskannya dengan amarah atau hal-hal negatif yang lain. Kenapa tidak berpikir untuk merubah masalah anda penjadi profit? Kok bisa? Izinkan saya menjelaskan konsep penting ini dan bercerita sedikit tentang bagaimana kisah orang-orang sukses mengubah masalah dalam hidupnya menjadi keuntungan.


Setiap manusia pasti punya masalah. Dari yang kecil hingga yang besar. Kita harus yakin bahwa di balik semua masalah ada peluang. Di balik semua problem ada solusi. Di balik semua kesulitan ada kemudahan. Bila anda seorang muslim tentu anda sering membaca 2 ayat ini:

alinsyiroh_5-6

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyiroh[94] : 5-6)

Allah berfirman “beserta kesulitan ada kemudahan” diulangi dua kali untuk menekankan dan menghapuskan keragu-raguan kita. Kata ma’a dalam bahasa Arab bermakna “beserta’ atau “bersama”. Kita perhatikan bahwa Allaah tidak menggunakan kata “sesudah” tetapi “bersama” yang maknanya bahwa di setiap kesulitan hidup itu pasti diiringi dengan kemudahan bersamanya.

Kembali ke topik bisnis. Beberapa waktu lalu saya menulis sedikit tentang 5 rukun bisnis. Rukun pertama bisnis adalah value creation, yaitu proses menciptakan nilai jual sebuah produk atau jasa. Ternyata cara yang paling mudah menciptakan value adalah dengan mencari masalah hidup yang biasa dihadapi oleh orang sehari-hari.

Masalah adalah peluang

Co-founder dari Dropbox Drew Houston pernah mengatakan di tahun 2013 “Orang-orang yang paling sukses dan bahagia yang saya kenal adalah mereka yang mencintai pekerjaan mereka, mereka terobsesi dengan memecahkan masalah-masalah penting, masalah yang menjadi perihal hidup mereka.”

Thomas alfa edison juga pernah mengatakan: “I find out what the world needs. Then, I go ahead and invent it.”

Adalah Matthew Osborn yang menciptakan bisnis milyaran dari masalah sederhana yang di lingkungannya yaitu “kotoran anjing”. Di lingkungannya dalam radius 15 mil terdapat lebih dari 100.000 anjing peliharaan yang sering buang air besar di mana-mana. Tentu ini masalah bagi lingkungannya, tapi baginya ini adalah peluang. Bukannya bersikap marah, menuntut atau memaki-maki orang saat menginjak kotoran anjing, dia malah memulai bisnis yang berputar sekitar pada pembersihan kotoran anjing. Bisnisnya ternyata meroket dan sekarang dia memiliki perusahaan besar dengan 3.000 lebih pelanggan.

Christina Daves, pendiri perushaan Cast Medic Designs sukses menciptakan produk-produk kesehatannya sejak dia cedera pada kaki nya dan menemukan banyak masalah pada produk-produk foot-support yang ada saat itu. Dia mengatakan “My product line resulted from me jumping off a boat on the dock, landing on a metal cleat and breaking a bone in my foot”.

Paul Marsden pernah menulis quote yang berbunyi “business is all about solving people’s problems – at a profit.”

Masih banyak contoh lain bila anda mencarinya. Tidak perlu jauh-jauh, hal-hal sederhana berupa kegiatan ekonomi yang ada di sekitar kita bila kita gali lebih dalam sebagian besar adalah solusi untuk suatu masalah. Misalnya kenapa ada tukang ojek? Karena orang kesulitan pergi keluar masuk suatu daerah. Kenapa telepon genggam laku? Karena orang kesulitan berkomunikasi dengan orang lain tanpanya. Kenapa bimbel laku? Karena banyak anak-anak kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah.

Apakah setiap value pasti muncul dari masalah?

Jawaban singkatnya: Tentu tidak!

Menciptakan solusi bagi masalah hanyalah sebagian faktor dari product value. Ada faktor-faktor lain yang menciptakan kegiatan ekonomi. Ini yang akan kita bahas pada beberapa postingan saya berikut nya yang akan menjelaskan tentang core-human-drives, 12 form of product value dan 10 market evaluation. Apa lagi itu? Tunggu saja tanggal mainnya. In syaa allaah.

Bagaimana saya merubah masalah yang saya hadapi menjadi profit?

Dengan tidak bermaksud menyombongkan diri, izinkan saya berbagi sedikit tentang bagaimana saya menemukan masalah-masalah dalam hidup dan mengubahnya menjadi omzet puluhan juta rupiah mungkin lebih -in syaa Allaah-.

Dalam proses mendidik anak-anak kami, saya dan istri menemukan beberapa masalah dalam mengenalkan huruf hijaiyah kepada anak-anak. Kami ingin mengenalkan huruf hijaiyah dengan sistem belajar sambil bermain. Karena berdasarkan beberapa artikel yang kami baca bahwa mengajarkan balita sangat baik bila menggunakan flashcards yaitu belajar sambil bermain tebak-tebakan menggunakan kartu-kartu hafalan. Kami mulai mencari berbagai flashcards yang bisa kami gunakan sebagai alat bantu belajar untuk anak-anak. Dan apa yang terjadi? Banyak masalah yang kami temukan.

Flashcards yang ada di pasaran memiliki beberapa kekurangan:

  1. Gambar makhluk hidup. Hasil dari menuntut ilmu agama -alhamdulillaah-, saya dan istri akhirnya mengetahui bahwa dalam syariat Islam menggambar makhluk bernyawa adalah terlarang hukumnya. Gambar yang diperbolehkan adalah gambar makhluk hidup yang tidak sempurna terutama bagian kepala atau wajah karena sejatinya ciri gambar makhluk adalah pada kepala dan wajahnya. Masalahnya masih sedikit produk-produk di pasaran terutama flashcards huruf hijaiyah yang benar-benar mengikuti syariat Islam ini.

  2. Ukuran kecil. Karena mata saya plus dan silinder. Saya menemukan masalah ketika saya harus mengajarkan anak-anak dengan buku yang tulisannya terlalu kecil. Juga karena belajar flashcards alaminya adalah bermain tebak-tebakan dimana kartu senantiasa dipegang dengan jarak agak jauh dari anak, tulisan kecil akan semakin terlihat kecil dan ini menimbulkan kepayahan pada mata anak-anak yang akhirnya menurunkan semangat mereka untuk belajar.

  3. Sudut kartu tajam. Pernahkah tangan anda terluka ketika membalikkan kertas. Saya pernah. Dan saya tidak ingin hal ini terjadi pada anak-anak saya. Seharusnya semua produk kertas untuk anak-anak memiliki ujung yang melengkung untuk mengurangi resiko “paper cut” pada anak.

  4. Belajar mandiri. Sangat menyenangkan bila kita bisa berkumpul bersama anak-anak kita dalam proses belajar sambil bermain. Namun tidak selamanya kita bisa bersama dengan anak-anak kita karena ada tugas-tugas lain yang harus dipenuhi seperti mencari nafkah dan sebagainya. Seandainya ada aplikasi yang bisa diinstall ke tablet mereka yang bisa membantu proses belajar tentu ini akan sangat baik. Minimal dalam hal belajar huruf hijaiyah menggunakan flashcards adalah aplikasi yang bisa membantu mengacak pertanyaan dan mampu mencatat dan mengevaluasi perkembangan belajar anak.

Dari masalah-masalah di atas saya mulai berpikir untuk menciptakan produk flashcards sendiri. Mulailah saya mendesain flashcards huruf hijaiyah baik produk cetak nya maupun produk aplikasi mobile nya. Dan setelah 3 bulan bekerja di sela-sela kesibukan utama saya, alhamdulillaah akhirnya bisa rampung juga desain flashcards huruf hijaiyah juga aplikasi mobile-nya. Sebuah produk yang terlahir dari keinginan untuk mencari solusi dari berbagai masalah yang dijabarkan di atas.


Bila anda penasaran dengan produk ini, berikut ini landing page nya produk tersebut. In syaa Allaah dalam waktu dekat akan saya share juga proses pembuatannya dari awal hingga akhir, berikut tip dan trik dalam memasarkannya.

Kesimpulan akhir

Sebagai seorang creativepreneur, kita harus senantiasa membuka mata dan telinga terhadap berbagai masalah baik yang dihadapi sendiri maupun yang sering dihadapi orang lain sehari-hari. Kenapa? Karena di balik masalah-masalah itu lah peluang bisnis berada. Produk yang sukses adalah produk yang menyelesaikan masalah orang. Semakin besar masalahnya dan semakin banyak orang yang terkena masalah itu maka semakin besar peluang bisnis yang ada. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi anda untuk terus berkreasi menciptakan produk-produk yang mampu menyelesaikan masalah banyak orang.

#flashcards #valuecreation